Efektivitas Manajemen Rantai Pasok Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Fase Main Nursery di Pusat Penelitian Karet Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin

Authors

  • Muhammad Wahyu Wardhana Universitas Sumatera Selatan
  • Elmeizy Arafah Universitas Sumatera Selatan
  • Budi Fachrudin Universitas Sumatera Selatan

Keywords:

Bibit Kelapa Sawit, Efektivitas, Main nursery, Manajemen Rantai Pasok, Metode SCOR

Abstract

pembibitan kelapa sawit, khususnya pada fase main nursery. Dalam praktiknya, masih sering ditemukan kendala seperti ketidaksesuaian antara perencanaan dan realisasi produksi, keterlambatan distribusi, serta perbedaan kualitas bibit. Kondisi ini dapat menimbulkan pemborosan biaya dan menurunkan mutu bibit, sehingga diperlukan evaluasi manajemen rantai pasok yang lebih terarah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas manajemen rantai pasok bibit kelapa sawit pada fase main nursery dengan menggunakan Metode Supply Chain Operations Reference (SCOR). Penilaian dilakukan pada lima proses utama, yaitu plan, source, make, deliver, dan return, untuk mengetahui bagian mana yang sudah berjalan baik dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki. Penelitian dilaksanakan di Pusat Penelitian Karet Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, pada saat kegiatan operasional main nursery berlangsung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada pihak yang terlibat dalam kegiatan rantai pasok. Sampel dipilih secara purposive, kemudian data dianalisis berdasarkan indikator manajemen Metode SCOR dengan menggunakan nilai rata-rata dan skala penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen rantai pasok pada fase main nursery sudah berjalan, tetapi belum sepenuhnya efisien. Pada tahap perencanaan masih terdapat ketidakseimbangan antara kebutuhan dan produksi. Pada tahap pengadaan, penyediaan input produksi belum selalu tepat waktu. Pada tahap pengelolaan, standar pemeliharaan yang belum seragam memengaruhi kualitas bibit. Pada tahap distribusi, ketepatan waktu pengiriman masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, pada tahap pengembalian, penanganan bibit yang tidak layak belum tertata dengan baik. Kesimpulannya, efektivitas rantai pasok bibit kelapa sawit pada fase main nursery masih perlu ditingkatkan melalui koordinasi yang lebih baik, sistem kerja yang lebih terintegrasi, dan penerapan indikator manajemen yang jelas. Metode SCOR terbukti membantu dalam menilai manajemen setiap proses dan menentukan prioritas perbaikan.

References

[1] Dolgui, Alexandre., Ivanov, Dmitry., & Sokolov, Boris. (2020). Reconfigurable supply chain: The X-network. International Journal of Production Research, 58(13), 4138–4163.https://doi.org/10.1080/00207543.2019.1683653

[2] Dubey, Rameshwar, Angappa Gunasekaran, Stephen J. Childe, Samuel Fosso Wamba, & Thanos Papadopoulos. (2022). Supply chain planning and innovation performance: The mediating role of supply chain integration. Industrial Management & Data Systems, 122(11), 2465–2485. https://doi.org/10.1108/IMDS-10-2021-0643

[3] Ivanov, Dmitry., & Dolgui, Alexandre. (2020). A digital supply chain twin for managing the disruption risks. Production Planning & Control, 32(9), 775–788.

https://doi.org/10.1080/09537287.2020.1768450

[4] Paulino, Emmanuel, Paulo Noel Adenig Mazo, Lou Rena S. Boquila, & Glessie M. Basa. (2025). Influence of IT Innovation on the Effectiveness of Supply Chain Management among the Manufacturing Sectors in China.

https://doi.org/10.13140/RG.2.2.36408.41294

[5] Prasetyo, Dwi Satria, Emaputra, Andi, & Parwati, Citra Indah. (2021). Pengukuran manajemen supply chainmenggunakan pendekatan SCOR pada IKM Kerupuk Subur. Jurnal PASTI, 15(1). https://doi.org/10.22441/pasti.2021.v15i1.008

[6] Sari, R., & Nugroho, A. (2021). Analisis Penerapan Supply Chain Management terhadap Efektivitas Manajemen Rantai Pasok melalui Total Quality Management. Jurnal Sistem Manajemen, 5(2). https://ojs.stan-im.ac.id/index.php/JSMA/article/view/199

[7] Utami, Sri, & Hariandy Hasbi. (2025). Manajemen Risiko Rantai Pasok dan Manajemen Operasional pada Apotek: Peran Mediasi Efektivitas Manajemen Persediaan. Jurnal Ilmiah Manajemen Terapan, 7(4). https://doi.org/10.38035/jimt.v7i4.8121

[8] Mahtab Kouhizadeh, Sara Saberi, Joseph Sarkis. 2021. Blockchain technology and the sustainable supply chain: Theoretically exploring adoption barriers. International Journal of Production Economics. 231.107831.

[9] Md Maruf Hossan Chowdhury, Mohammed Quaddus, Renu Agarwal. 2019. Supply chain resilience for performance: role of relational practices and network complexities. Supply Chain Management An International Journal. 24(5):659-676

[10] Seyedmohsen Hosseini, Dmitry Ivanov, Alexandre Dolgui. 2019. Review of quantitative methods for supply chain resilience analysis. Transportation Research Part. 12. 285-307.

Downloads

Published

2026-06-27

How to Cite

Wahyu Wardhana, M., Arafah, E., & Fachrudin, B. (2026). Efektivitas Manajemen Rantai Pasok Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Fase Main Nursery di Pusat Penelitian Karet Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin. KaliAgri Journal, 7(1), 30–40. Retrieved from https://jurnal.uss.ac.id/index.php/kaliagri/article/view/827